Selasa, 27 Desember 2011

Mengenal Kambing Peranakan Etawa (PE)


Gambar : Kambing Etawa (PE) Kaligesing
Asal usul Kambing Etawa
Kambing merupakan hewan ruminansia yang sudah di domestikasi sejak 7000 tahun lalu setelah kuda & domba.
Kambing berasal dari daerah Asia Barat dan Persia, dan mulai dibudidayakansejak tahhun 7000-8000 SM. Dalam perkembangannya kambing hasil domestikasi ini menyebar ke berbagai pelosok dan beradaptasi menghasilkan nilaifungsional berbeda -  beda yaitu ada yang cocok sebagai kambing pedaging,kambing penghasil susu, diambil bulunya maupun kambing penghasil susu sekaligusdaging.

Rabu, 21 Desember 2011

FORMULIR PENDAFTARAN ASPEKPIN


Penyakit ORF Pada Kambing

ORF PADA KAMBING DAN DOMBA
Drh. Sri Mundi Lestari, MM
Medik Veteriner di Direktorat Kesehatan Hewan

Pendahuluan
Salah satu penyakit yang sering dilaporkan  menyerang ternak kambing dan Domba di Indonesia adalah penyakit Ektima Kontagiosa (Orf). Nama lain dari penyakit Orf : Contagious Pustular Dermatitis, Sore Mouth, Scabby Mouth, Bintumen, Puru, Dakangan.
Orf adalah dermatitis akut yang menyerang domba dan kambing, ditandai oleh terbentuknya papula, vesikula, pustule dan keropeng pada kulit di daerah bibir, lubang hidung, kelopak mata, putting susu, ambing, tungkai, perineal dan pada selaput lender di rongga mulut.

Selasa, 20 Desember 2011

Audiensi DPP ASPEKPIN dengan Menteri Pertanian

Pada Tanggal 15 Desember 2012, Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Peternak Kambing Perah Indonesia (DPP ASPEKPIN) melakukan audiensi dengan Bapak Suswono Menteri Pertanian Republik Indonesia. Dalam audiensi tersebut dihadiri oleh 10 orang pengurus DPP dengan agenda : Laporan pembentukan organisasi ASPEKPIN, memperkenalkan pengurus DPP dan DPD ASPEKPIN, melaporkan progran kerja, Rencana Musyawarah Nasional (Munas), melaporakan berbagai permasalahan peternak kambing perah dan memohon bantuan dan dukungan dari Kementerian Pertanian untuk memberdayakan Potensi Peternak Kambing Perah Indonesia.

Selasa, 13 Desember 2011

Pengurus ASPEKPIN

 Pengurus Asosiasi Peternak Kambing Perah Indonesia (ASPEKPIN), dari kiri ke kanan ; Mas Nizar (Bendahara), Mas Arief (Sekretaris Jenderal), Pak Bondan (Ketua Umum), berkesempatan berkunjung di kandang Etawa Farm Tawangmangu untuk konsolidasi organisasi sekaligus melakukan pembinaan di kandang Etawa Farm Tawangmangu.

Selasa, 06 Desember 2011

Sejarah Peternakan Di Indonesia

Gambar : Peternakan Etawa Farm

Usaha peternakan di Indonesia telah dikenal sejak dahulu kala. Namun pengetahuan tentang kapan dimulainya proses domestikasi dan pembudidayaan ternak dari hewan liar, masih langka. Adanya bangsa ternak asli di seluruh Indonesia seperti sapi, kerbau, kambing, domba, babi, ayam dan itik, memberikan petunjuk bahwa penduduk pertama Indonesia telah mengenal ternak sekurang-kurangnya melalui pemanfaatannya sebagai hasil perburuan. Dengan kedatangan bangsa-bangsa Cina, India, Arab, Eropa dan lain-lain, maka ternak kuda dan sapi yang dibawa serta bercampur darah dengan ternak asli. Terjadilah kawin silang yang menghasilkan ternak keturunan atau peranakan dipelbagai daerah Indonesia. Disamping itu, dalam jumlah yang banyak masih terdapat ternak asli. Dengan demikian terjadilah tiga kelompok besar bangsa ternak yaitu kelompok pertama asalah bangsa ternak yang masih tergolong asli, ialah ternak yang berdarah murni dan belum bercampur darah dengan bangsa ternak luar. Kelompok kedua adalah kelompok "peranakan", yaitu bangsa ternak yang telah bercampur darah dengan bangsa ternak luar. Kelompok ketiga adalah bangsa ternak luar yang masih diperkembang-biakan di Indonesia, baik murni dari satu bangsa atau yang sudah bercampur darah antara sesama bangsa ternak "luar" tersebut. Bangsa ternak demikian dikenal dalam dunia peternakan sebagai ternak "ras" atau ternak "negeri".