Rabu, 02 November 2011

PAKAN KAMBING

Sistem pencernaan kambing merupakan sistem pencernaan yang sederhana dengan cecum dan usus yang besar.  Hal ini memungkinkan kambing dapat makan dan memanfaatkan bahan-bahan hijauan, rumput dan sejenisnya.  Bahan-bahan itu dicerna oleh bakteri di saluran cerna bagian bawah seperti yang terjadi pada saluran cerna kuda. Kambing termasuk jenis ternak pseudo-ruminant, yaitu herbivora yang tidak dapat merncerna serat-serat secara baik. Ia memfermentasi pakan di usus belakangnya. Fermentasi hanya terjadi di caecum (bagian pertama usus besar) , yang kurang lebih merupakan 50% dari seluruh kapasitas saluran perncernaannya.


Tidak seperti halnya hewan mamalia yang lain, kambing mempunyai kebiasaan makan feses yang sudah dikeluarkan.  Sifat ini disebut coprophagy, keadaan ini sangat umum terjadi pada kambing dan hal ini terjadi berdasar pada konstruksi saluran pencernaannya.  Sifat coprophagy biasanya terjadi pada malam atau pagi hari berikutnya.  Feses yang berwarna hijau muda dan konsistensi lembek itu dimakan lagi oleh kambing.  Feses yang dikeluarkan pada siang hari dan telah berwarna coklat serta mengeras, tidak dimakan.  Hal ini memungkinkan kambing  itu  memanfaatkan secara penuh pencernaan bakteri di saluran bagian bawah, yaitu mengkonversi protein asal hijauan menjadi protein bakteri yang berkualitas tinggi, mensintesis vitamin B dan memecahkan selulose atau serat menjadi energi yang berguna,  Jadi sifat coprophagy  sebenarnya memang menguntungkan bagi proses pencernaan.

Walaupun memiliki caecum yang besar, kambing ternyata tidak mampu mencerna bahan-bahan organik dan serat kasar dari hijauan sebanyak yang dapat dicerna oleh ternak ruminansia murni. Daya cerna kambing dalam mengonsumsi hijauan daun mungkin hanya 10%.
Di alam, kambing liar dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dengan jenis pakan yang di kehendaki. Jumlah pakan minimal dan ragam pakan dapat terpenuhi sehingga terjadi keseimbangan dalam pertumbuhan, kesehatan dan perkembangbiakannya. Kalau kebutuhan itu tidak tercapai, dengan sendirinya kambing berangsur-angsur gugur menghadapi seleksi alam.

Untuk kambing yang di ternak dan hidupnya terbatas di sekeliling kandang. Kelangsungan hidupnya sangat di tentukan oleh perhatian dan perawatan dari si empunya. Jenis, jumlah, dan mutu pakan yang diberikan sangat menentukan pertumbuhan, kesehatan, dan perkembangbiakannya.

Jenis pakan
Campuran konsentrat atau bijian dapat diramu sendiri, atau dapat juga diberi secara komersial.  Paling sedikit dalam satu campuran ada 2 macam atau jenis bijian hingga nafsu makan dapat ditingkatkan.  Biji-bijian yang telah dikenal tingkat kesukaannya adalah yang pertama oat wheat, sorghum, dan jagung.  Biji kapas hendanya tidak dipakai sebagai suplemen protein karena mengandung racun yaitu gossypol.
Jerami yang digunakan haruslah yang berkualitas baik, kaya gizi dan bersih jerami legume misalnya alfalfa lebih disukai, karena kadar proteinnya tinggi, bersih dan banyak daunnya.  Ini dapat digunakan sebagai satu-satunya bahkan pakan untuk induk yang sedang kering, pejantan serta kambing yang lebih tua, sedangkan untuk kambing yang sedang laktasi dapat digunakan sampai batas 40%.  Jerami rumput kualitasnya lebih rendah sehingga penggunaannya jangan lebih dari 10% dari seluruh ransom.

Bahan-bahan pakan hijauan lainnya dapat digunakan bila tersedia.  Hijauan itu misalnya hijauan dari tanaman pekarangan, akar-akaran atau umbi.  Bila hijauan atau bahan itu dipakai, hendaknya hanya diberikan kepada anak-anak kambing yang telah berumue labih dari 3 bulan serta kambing dewasa, pada tingkat 1,5% dari berat badannya.  Bahan-bahan yang dimaksudkan tadi meliputi beet (akar dan batang), kobis, woortel (akar dan batang), kale, kentang, ubi jalar, turnip, rumput dan daun-daun lain.

Pakan hijauan yang seimbang terdiri dari hijauan, hay (rumput kering), biji-bijian, umbi-umbian, dan konsentrat. yukk kita jabarin satu-satu…
Ø  Hijauan, sebagai makanan pokok kambing lazim di berikan oleh peternak kambing tradisional. Pakan hijauan yang diberikan antara lain rumput lapangan, limbah sayuran (kangkung,sawi,wortel,lobak,caisim,kol, daun singkong),daun kacang tanah, daun dan batang jagung, daun pepaya, talas, dll). Hijauan untuk pakan kambing jangan diberikan dalam bentuk ‘segar’, tapi telah dilayukan terlebih dulu untuk mengurangi kadar airnya. Proses pelayuan selain untuk mempertinggi kadar serat kasar, juga menghilangkan getah atau racun yang dapat menimbulkan kejang-kejang atau mencret. Pemberian pakan berupa kubis atau limbah sayuran lain akan membuat kencing kambing keluar berlebihan. Soalnya limbah itu memiliki kandungan air tinggi.
Ø  Hay adalah rumput awetan yang dipotong menjelang berbunga. Rumput itu di keringkan secara bertahap sehingga kandungan gizinya tidak rusak, sekaligus mempertinggi kadar kandungan serat kasarnya. Bahan untuk hay antara lain rumput gajah, pucuk tebu, atau rumput lapangan menjelang berbunga. Daun kacang-kacangan yang dilayukan lalu di keringkan seperti hay, juga disukai kambing.Ketika kambing sakit terserang mencret, pemberian hijauan dihentikan. Sebagai gantinya diberikan 100% hay.
Ø  Biji-bijian berfungsi sebagai makanan penguat. Pakan ini diberikan terutama untuk kambing bunting dan yang sedang menyusui. Jenis pakannya bisa jagung, padi, gandum,kedelai,kacang tanah, dan kacang hijau. Biji-bijian itu sebaiknya digiling atau ditumbuk lebih dulu. Kalau pemberian biji-bijian terasa mahal, dapat dimanfaatkan bekatul, bungkil tahu, bungkil kelapa, atau bungkil kacang tanah. Kambing muda yang dibesarkan melulu dengan pakan hijauan, sampai umur empat bulan bobot hidupnya hanya sekitar 1.5 kg. Kalau pakannya di tambah bekatul atau biji-bijian,kambing muda umur empat bulan bisa mencapai bobot rata-rata 4 kg untuk New Zealand White, Californian, dan kambing potong lainnya.
Ø  Umbi-umbian Ubi jalar, songkong, uwi, talas dan umbi-umbi lainnya dapat diberikan untuk kambing sebagia pakan tambahan. Sebaiknya umbi yang beracun seperti singkong jangan diberikan mentah, tapi sudah direbus dulu atau dikeringkan menjadi gaplek.
Ø  Konsentrat dalam peternakan kambing berfungsi untuk meningkatkan nilai gizi pakan dan mempermudah penyediaan pakan. Konsentrat sebagai ransum diberikan sebagai pakan tambahan atau pakan penguat, kalau pakan pokoknya hijauan. Konsentran untuk kambing dapat berupa pelet (buatan pabrik),bekatul, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, ampas tahu, ampas tapioka, atau gaplek. 

Seperti halnya semua jenis hewan, kambing membutuhkan karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin dan air.  Jumlah kebutuhannya tegantung pada umur, tujuan produksi serta laju atau kecepatan pertumbuhannya.  Air yang bersih merupakan suatu keharusan, seekor kambing betina dapat menghabiskan air sebanyak 4 liter per hari.  Kebutuhan mineral diberikan dalam bentuk garam.  Tingkat protein dalam pakannya dibagi menjadi 2 macam ransum, pertama 16% dan yang kedua 14%.  Ransum itu masing-masing diberikan kepad kambing yang kebutuhan gizinya tinggi dan yang kebutuhan gizinya rendah.

Sumber : Materi Pelatihan Ibu Siti Aisiyah, SPt

4 komentar:

  1. artikel'a mnambah wawasan dlm mnekuni ternak kambing etawa ini..semoga tambah sukses slalu untuk etawanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pak Budi Suwito, terima kasih doanya, semoga njenengan juga sukses selalu

      Hapus
  2. pak berapa harga prebiotiknya (EM-4)
    jokosetiono79@yahoo.co.id
    085383364118
    NGANJUK

    di tunggu kabar secepat nya...terimakasih

    BalasHapus
  3. Maaf Pak, mohon dicek lagi mengenai artikel yg menyatakan kalau kambing itu pseudoruminansia, setahu saya deskripsimi tu seharusnya untuk kelinci dan kambing adalah ternak ruminansia. trimakasih sebelumnya

    BalasHapus